Hal-hal Yang Peru Diperhatikan Ibu Hamil

Hal-hal Yang Peru Diperhatikan Ibu Hamil

masalah yang sering dialami oleh Ibu Hamil


Masa kehamilan, di samping merupakan momen membahagiakan bagi si calon ibu, juga adalah periode penuh kerentanan. Saat hamil, ia kudu perhatikan sangat pilihan tindakannya yang kelak berimbas pada kesehatannya sendiri, tumbuh kembang si janin, dan sistem melahirkannya.

"Hindari minum kopi, makanan atau minuman berpemanis lainnya", "Makanan pedas juga sebaiknya tidak dikonsumsi ibu melahirkan di air bersama suami", atau "Jangan mengangkat beban atau lakukan kegiatan berat" adalah contoh-contoh nasihat yang kerap dilontarkan kepada ciri kontraksi asli akan melahirkan.

Selain itu, ada pula sederet pamali untuk pengertian kontraksi seperti tidak boleh menggunting rambut atau lihat gerhana bulan karena dapat sebabkan anak cacat. Nasihat dan mitos yang beredar ini terlihat dengan obyek menjaga kondisi fisik kontraksi melahirkan seperti apa rasanya dan bayinya.

Fokus pada kesehatan fisik si ibu memang lebih banyak ditemukan dalam artikel-artikel perihal kehamilan. Padahal, tersedia yang tak kalah urgent untuk disoroti disaat seseorang sedang mengandung, tetapi sering luput dari perhatian ibu hamil atau orang-orang sekitarnya: kesegaran mentalnya.

Aneka dampak negatif terhadap bayi yang dilahirkan bisa bermula berasal dari suasana psikologis ibu hamil yang tidak prima. Apa saja wujud problem mental yang rentan dialami bumil dan faktor-faktor apa saja yang mendorongnya?

Merawat Kesehatan Mental gizi ibu hamil
Dalam web The Royal Womens Hospital disampaikan, kurang lebih 15 persen perempuan berpotensi mengalami depresi atau kegelisahan sepanjang hamil. Gejala yang wajar ditemukan terhadap tanda janin sehat dan normal dalam kandungan yang depresi di antaranya perasaan ringan tersinggung, marah, dan dambakan menangis tanpa gara-gara yang jelas, kehilangan gairah untuk melaksanakan hal-hal yang tadinya diakui menyenangkan, dan juga problem tidur.

Rasa lelah luar biasa dan susah berkonsentrasi terhitung mampu jadi indikator lain bumil mengalami depresi. Selain itu, mereka juga dapat miliki permohonan menyakiti diri atau bahkan kemauan bunuh diri.

Tidak semua ibu hamil sehat memahami bahwa dirinya sedang dilanda depresi. Kalaupun mereka merasa merasa tersedia yang tidak beres dengan suasana psikisnya, tidak dan juga merta mereka mengungkapkan apa yang berjalan terhadap dirinya kepada orang kurang lebih atau ahli psikologi.

Mereka tidak idamkan dipandang lemah atau tidak stabil oleh pasangan, keluarga, atau teman-teman yang biasanya berpikiran kehamilan adalah masa-masa yang membahagiakan didalam hidup perempuan, demikianlah pendapat Natasha Biljani, psikiater berasal dari Priory Hospital Roehampton, Inggris.

Ada lebih dari satu perihal yang sebabkan terjadinya depresi terhadap bumil.

Salah satunya adalah rekam jejak medis yang membuktikan dirinya atau keluarganya dulu mengalami masalah mental serupa. Ketika kehamilan berlangsung tanpa direncanakan, bumil juga lebih rentan mengalami depresi. Berbagai informasi tentang hal-hal ideal (yang kadang tidak realistis) didalam jadi seorang ibu menjadi tekanan tersendiri yang pada kelanjutannya mengakibatkan perempuan mengalami persoalan mental ini. Kondisi depresi bisa semakin kronis bila ibu hamil mengetahui tersedia masalah pada janinnya.

Tentu saja hari-hari yang dijalani pengertian ibu hamil menurut para ahli jauh lebih berat dibanding perempuan lainnya, apalagi bagi mereka yang tetap perlu bolak-balik ke kantor atau mengurus tempat tinggal tangga dan anak-anaknya yang lain. Karena itu, perlindungan moral berasal dari lingkungan kurang lebih menjadi segi perlu yang bisa menghindarkannya berasal dari situasi depresi.

Konflik dengan pasangan yang pada situasi tak hamil tak begitu membikin stres, dapat saja berefek dua kali lebih dahsyat bagi mental perempuan terhadap pas ia hamil.

Sehubungan bersama konflik rumah tangga, sebuah penelitian di Afrika Selatan termasuk membuktikan perihal ini merupakan tidak benar satu pemicu timbulnya ide bunuh diri terhadap bumil di sana. Penulis penelitian ini, Simone Honikman berasal dari Cape Town University bersama koleganya, terhitung lihat faktor lain yang mendorong ide bunuh diri terhadap pengertian ibu hamil menurut wikipedia seperti standing sosial-ekonomi, banyaknya anak yang dimiliki, kurangnya makanan, dan juga rekam jejak percobaan bunuh diri pada era lalu.

Di Afrika Selatan, lebih berasal dari 40 % populasi hidup di bawah garis kemiskinan. Keluarga-keluarga tak mampu di sana sering kali kehabisan duit untuk membeli makanan jauh sebelum akan akhir bulan atau pas gajian. Keadaan kurangnya makanan ini berefek secara psikologis menurut Honikman et. al. Dari studinya, mereka menemukan bahwa ibu hamil 9 bulan yang tidak cukup makan empat kali lipat lebih berpotensi punya tingkah laku dambakan seputaribuhamil.com bunuh diri.

Depresi pada gizi ibu hamil tentu termasuk berefek terhadap si jabang bayi. Konsumsi antidepresan bisa berpengaruh pada janin dan perkembangannya sesudah lahir. Sementara bagi mereka yang depresi dan tidak mengonsumsi obat-obatan, rokok dan alkohol sanggup menjadi pilihan ‘pengobatan’ masalah mental yang pada akhirnya malah mengakibatkan kerusakan tubuh sendiri dan si bayi.

Follow Us

           

accept cards online

(C) 2015 Advanced Digital Media Limited

Terms & Conditions

Disclaimer: Please note the pages on this website contain general information only - nothing here constitutes legal advice. We make no warranties about the content of our own site or of sites to which we link.



Address: Suite 8
Marl Business Park
Ulverston
Cumbria
LA12 9BN



Telephone Number: 0800 321 3963
Email: admin@advanced-media.co.uk
Company Number: 09508538